Vaksinasi terhadap 11.000 Guru di Kendal Ditunda

Vaksinasi terhadap 11.000 Guru di Kendal Ditunda

0
64

Sekitar 11 ribu guru dari jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kendal terpaksa harus ditunda pelaksanaan vaksinasi pada tahap kedua. Pada vaksinasi tahap kedua yang diperuntukan bagi pelayan publik yang dimulai pada Selasa 23 Februari 2021 untuk pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sementara hanya mendapat jatah untuk 24 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf  Akhmadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan guru untuk melakukan vaksinasi tahap kedua sebanyak 11 ribu orang atau sesuai nama yang tercantum dalam  Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Namun karena jumlah vaksin sangat terbatas, sehingga pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga pendidik terpaksa ditunda. “Sesuai permintaan Dinas Kesehatan Kendal, kami telah mengirimkan data guru sebanyak 11 orang, sesuai data di Dapodik, namun ternyata kami mendapat informasi yang bisa melakukan vaksinasi pada tahap kedua ini hanya sedikit, karena jumlah vaksin pada vaksinasi tahap kedua ini jumlahnya, terbatas,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Ferinando Bonay mengatakan, pada vaksinasi tahap kedua ini, pihaknya hanya mendapat vaksin sebanyak 10 ribu botol yang hanya cukup untuk memberikan vaksin kepada 4.000 orang. Padahal jumlah petugas pelayan publik yang terdata sebanyak 37 ribu orang, sehingga masih banyak yang ditunda. “Untuk tenaga pendidik atau guru, termasuk yang ditunda, karena saat ini pembelajaran di sekolah belum secara tatap muka atau masih dengan sistem daring,” jelasnya.  

Tidak hanya para guru, yang pelaksanaan vaksinasinya ditunda juga banyak dari pelaku pariwisata, dan para pedagang di pasar-pasar tradisional.