Warga Desa Merbuh Protes Penutupan Jalan di Blok Dompon

Warga Desa Merbuh protes penutupan jalan 2017

0
1636
Masyarakat Dusun Mijen Desa Merbuh Kec Singorojo memrotes ditutupnya jalan di Blok Dompon RT 5 RW 1 Desa Merbuh. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses terdekat menuju jalan raya Meteseh Kec Boja yang memudahkan akses ke Kota Boja atau ke Kaliwungu dan Kota Semarang. Selain itu, akses jalan tersebut sudah ada sejak tahun 1975. Namun tahun 2016 jalan tersebut diutup oleh pihak PT Unggul Utama Sejahtera yang mengelola ternak ayam di lokasi tersebut. Pihak PT memang sudah membuat jalan lain, namun melintas di area yang curam, sehingga warga tetap keberatan, karena cukup berbahaya.

Berdasarkan keterangan dari pemilik PT Unggul Utama Sejahtera, Wiyono Kalyono saat dimintai keterangan melalui telepon beberapa hari lalu, bahwa pihaknya tidak bisa membuka akses jalan tersebut  karena sudah membeli lahan tersebut. Selain itu, semua izin pembukaan usaha peternakan juga sudah dikeluarkan oleh pihak berwenang. Bahkan pihak warga juga setuju dengan pengalihan jalan tersebut. “Untuk lebih jelasnya, silahkan menghubungi Camat Singorojo, karena saya sudah sampaikan kronologinya disertai dengan surat dua bendel,”katanya.
Sementara itu Kepala Desa Merbuh, Fajar Aji Triwiyanto membenarkan jika jalan tersebut sudah ada sejak zaman dulu, walaupun sebagian jalan tersebut melintas di lahan milik Perhutani. Terkait dengan penutupan jalan tersebut, Kades Fajar mengatakan pernah dimintai tanda tangan persetujuan penutupan jalan yang sudah ditandatangani oleh RT setempat, namun Kades Fajar tidak mau memberikan tandatangan sebagai tanda setuju penutupan jalan tersebut. “Saya sebagai Kades tidak setuju dengan penutupan jalan tersebut, karena selain jalan tersebut sudah ada sejak zaman dulu, walaupun sudah diganti dengan jalan pintas lain, namun kondisinya sempit dan cukup berbahaya karena berada di tepi jurang,”katanya.
Keberatan warga tersebut sudah dilaporkan kepada pihak desa dan kecamatan, setelah permintaan untuk membuka kembali jalan tersebut tidak dipenuhi oleh pihak PT. Salah satu pemilik tanah yang berdampingan dengan lahan peternakan tersebut, Sri Joko Triyono mengatakan, pihak kecamatan juga telah meminta agar PT membuka jalan tersebut, namun tetap tidak digubris oleh pemilik PT, dengan alasan sudah mendapat persetujuan warga. Namun menurut Joko, sebagian nama yang tertera dalam daftar warga yang setuju, ternyata ada yang merasa tida pernah tanda tangan alis dipalsukan. “Ternyata dalam daftar nama itu ada yang dipalsukan, oleh karena itu, Kami melaporkan ke Polsek Singorojo terkait pemalsuan tanda tangan tersebut,”kata Joko.
Seorang warga yang mengaku dipalsukan tanda tangannya yaitu Chaerudin Siregar, yang biasa dipanggil Didik, warga Dukuh Mijen RT 3 RW 1. “Benar, saya tidak pernah ikut tanda tangan, tapi kok nama dan tanda tangan saya kok ada, lha berarti ada yang memalsukan,”kata Chaerudin.
Pasa Selasa (18/7/2017), beberapa perwakilan warga akhirnya mendatangi Polsek Singorojo. Mereka meminta Polsek Singorojo memroses adanya dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan pihak tertentu sebagai bentuk dukungan warga terhadap penutupan akses jalan tersebut.