Warga Tetap Tolak Pendirian Masjid Ahmadiyah

0
574

Masyarakat Desa Purworejo Kec Ringinarum sebenarnya tidak mempersoalkan keberadaan jamaah Ahmadiyah. Bahkan hubungan kemasyarakatan warga dengan anggota jamaah Ahmadiyah yang hanya berjumlah 21 orang berjalan harmonis seperti biasa. Hanya saja, warga tidak setuju dengan pendirian masjid Ahmadiyah. Hal ini disampaikan Kepala Desa Purworejo Ali Muhtadi saat pertemuan warga dengan anggota Komnas HAM di Balai Desa Selasa (27/9/2016).

Untuk itu pada pertemuan dengan Komnas HAM yang dihadiri Bupati Kendal dan anggota Forkopimda Kendal, Kades Muhtadi meminta itu agar IMB pendirian masjid Ahmadiyah dievaluasi kembali. Apalagi sesuai dengan SKB Tiga Menteri No 3 Tahun 2008, bahwa syarat pendirian tempat ibadahm termasuk masjid harus diajukan sedikitnya 90 warga dan disetujui sedikitnya 60 warga. Padahal di jamaah Ahmadiyah di Desa Purworejo hanya 21 warga sudah termasuk ana-anak. “Bahkan satu Kecamatan Ringinarum ya hanya sejumlah itu, cuma 21 warga,”ucapnya.

Anggota Komnas HAM Jayadi Damanik menegaskan, dalam SKB Tiga Menteri tersebut, pada intinya Jemaat Ahmadiah Indonesia (JAI) tidak boleh menyebarkan ajarannya, namun keberadaannya tidak dilarang. “Intinya, Jamaah Ahmadiyah tidak boleh mengajak atau menyebarkan ajarannya kepada selain anggotanya,”tegasnya.

Damanik mengatakan senang dengan warga Desa Purworejo yang menghadapi permasalahan dengan sabar, meski sudah 12 tahun berlalu dan selalu menjaga keharmoniasan hubungan sosial kemasyarakatan. Terkait dengan tidak setujunya pendirian masjid Ahmadiyah, Damanik mengatakan, yang paling penting adalah tidak terjadi kekerasan dalam menyelesaikan masalah. “Pertemuan ini sangat baik, karena kami bisa mendengar seluruh aspirasi warga secara langsung, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan,”katanya.

Pada acara  yang difasilitasi oleh Kantor Kesbangpol Kendal, Bupati Kendal dr Mirna Annisa berharap dengan dialog ini, akan ada titik temu terkait pendirian masjid Ahmadiyah di Desa Purworejo. Masyarakat dihimbau agar menjaga hubungan yang baik dalam kehidupan beragama. “Saya percaya, warga di sini bisa menjaga kerukunan hidup beragama,”pungkasnya.