Warga Wungurejo dan Tejorejo Keberatan dengan Ganti Rugi Lahan Rp 220 Ribu/m2

0
1092

Warga terdampak proyek jalan tol di Desa Wungurejo dan Tejorejo Kec Ringinarum Kendal terus berupaya agar putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Kendal terkait penentuan harga ganti rugi lahan  tidak dilaksanakan. Pasalnya, dengan putusan MA tersebut, maka warga hanya menerima ganti rugi lahan Rp 220 ribu per meter persegi, padahal di desa sebelah, dihargai Rp 400 ribu lebih. Menurut seorang warga Wunngurejo, Samsudin, jika lahannya hanya dihargai Rp 220 ribu, maka tidak cukup untuk membeli lahan pengganti di tempat lain, sebab harga lahan sudah naik. “Jika harga gantinya hanya Rp 220 ribu per meter ya jelas tidak cukup untuk membeli lahan pengganti, sebab rata-rata sudah naik,”ucapnya.

Samsudin mengatakan, warga sangat menyayangkan dengan adanya banding yang dilakukan oleh pihan Kementerian ART/BPN Kendal atas putusan Pengadilan Negeri Kendal yang telah memutuskan, jika harga lahan yang semula Rp 220 ribu menjadi Rp 350 ribu. Namun Pihak BPN mengajukan banding ke MA yang hasilnya putusan PN Kendal ditolak, sehingga harganya kembali ke Rp 220 ribu per meter. Padahal warga mengajukan ke pengadilan karena menuruti aturan, jika tidak setuju dengan harga dari apraisal, maka dipersilahkan untuk mengajukan ke pengadilan. “Sebenarnya warga sudah menerima dengan putusan PN Kendal, walau harganya masih lebih rendah dengan tempat lain,”katanya.

Warga Tejorejo, Sukis mengatakan, lahan yang dilalui proyek tol tersebut berupa area pertanian. Di Desa Wungurejo lahan yang terkena proyek sebanyak 89 bidang, sedangkan lahan di Desa Tejorejo yang dilalui tol sebanyak 30 bidang. Pihaknya juga telah mengajukan permasalahan itu ke pemda maupun wakil rakyat. Namun, belum terdapat solusi yang memuaskan warga. ”Kami tetap akan bertahan dan menggarap lahan seperti biasa,” tuturnya.